Sunday, September 13, 2015

Kesepian Lebih 'Menyiksa' dari Penyakit yang Mematikan


            Banyak di antara kita yang menganggap bahwa kesepian terjadi ketika seseorang sedang sendirian tak ada teman maupun kerabat yang berada di sekelilingnya, tapi anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Faktanya seseorang masih saja merasa kesepian  meskipun ia sedang berada di keramaian, bahkan ketika ia sedang berada di tengah-tengah keluarga ataupun teman-temannya.

Bagi yang pernah mengalaminya pasti tahu dan akan sependapat dengan pernyataan di atas. Jadi kapan seseorang dianggap kesepian? Ketahuilah kesepian adalah kondisi dimana tak ada seseorangpun yang memperhatikannya sehingga ia memutus interaksi dengan orang-orang sekitar. Jadi tak peduli dia sendiri atau sedang bersama orang-orang ketika lingkungan di sekelilingnya mengabaikannya disitulah Kesepian datang sebagai teman dekat yang seolah-olah sangat mengerti kondisinya. Tak heran, sekali seseorang merasa kesepian ia lebih suka menyendiri, karena ia menganggap bahwa kesendiriannya itulah yang bisa menemani. Dan jika kondisi ini dibiarkan terus menerus maka sangat mungkin jika suatu hari dia akan terputus dari kehidupan sosial dan terjebak dalam kesendirian.

Orang yang kesepian terkadang mencari cara agar bisa tetap merasa nyaman di dalam kesendirian, alhasil gadget hadir sebagai pelarian karena dianggap ia memiliki teman yang bisa mengerti perasaannya. Karena gadget bisa menghubungkan dirinya dengan dunia maya, gadget merupakan sebuah gerbang yang menghubungkannya dengan dunia khayalan, dunia dimana segala sesuatu terlihat sangat nyata meski kenyataannya itu tak lebih dari sebuah dunia fatamorgana yang hanya membuatnya terseret jauh lebih dalam kedalam kesunyian.

            Saat seseorang kesepian ia akan merasakan rasa sakit yang tidak bisa terlihat oleh orang lain, bahkan orang lain akan menganggap bahwa si kesepian itu tidak ada masalah yang berarti karena semua terlihat baik-baik saja. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memahami tentang rasa sepi yang ia rasakan.

            Benarkah rasa sakit yang di alami oleh mereka yang kesepian hanya perasaan belaka? Okeh, berikut fakta tentang kesepian menurut para peneliti apakah kesepian akan berdampak buruk pada fisik dan mental atau hanya sebatas perasaan belaka.

1.      Taka ada bedanya antara perokok berat , peminum minuman alkohol dengan Orang yang kesepian

Menurut ahli fisiologi Amerika yang Hasil penelitian ini diterbitkan oleh Jurnal PLOS ONE.  Mereka meneliti 400 orang selama 7 tahun menemukan bahwa, orang yang sering berinteraksi sosial (dengan tetangga, teman, keluarga)  ternyata lebih kecil risiko terserang berbagai penyakit dibandingkan dengan mereka yang jarang berhubungan dengan orang lain.

Hasil penelitian itu kemudian meyakinkan para ahli bahwa pengaruh kesepian sama dengan dampak rokok dan alkohol. Jadi, dalam hal dampak negatif terhadap kesehatan, kesepian itu identik dengan merokok 15 batang sehari.

2.      Kesepian menurunkan kecerdasan


             Percaya atau tidak orang yang kesepian akan sulit berkonsentrasi karena pikirannya selalu tertekan oleh pikirannya sendiri, bahkan untuk berkomunikasi saja ia merasa kesulitan karena ia tidak bisa menangkap dengan jelas apa yang sedang diucapkan oleh lawan bicaranya. Kondisi seperti ini yang terus menerus akan menurunkan kemampuan kognitif seseorang karena selain tertekan sebagai penyebab utamanya, jarang berkomunikasi akan secara perlahan menurunkan kemampuan otak dalam mengolah informasi. Sehingga orang akan mudah sekali lupa yang dalam jangka panjang akan menyebabkan kepikunan. Mungkin istilah yang lebih tepat menggambarkan kondisi di atas adalah Demensia. Ya, terdengar sangat buruk bukan?
           
3.      Kesepian Mempercepat kematian


            Kita tahu bahwa hidup dan mati seseorang telah ditentukan oleh Tuhan, terlepas dari itu ternyata kesepian menyumbang cara seseorang untuk mempercepat kematian, seolah seperti sebuah katalisator yang mempercepat suatu reaksi. Psikolog Jhon Cacioppo dari Universitas Chicago bersama Steve Cole, yang juga dari UCLA  mempelajari tentang kesepian dan menemukan bahwa beberapa bagian tubuh bereaksi terhadap perasaan kesepian. 


            Pada mereka yang kesepian, terjadi pengerasan pembuluh darah. Akibatnya mereka mengalami tekanan darah tinggi, peradangan, bahkan pada anak-anak dan remaja mengalami gangguan belajar dan kesulitan mengingat. 


            Mereka juga menemukan bahwa sistem kekebalan tubuh atau sistem imun pada seseorang yang dikucilkan cenderung berubah dari waktu ke waktu. Akibatnya, tubuh orang yang kesepian dan dikucilkan tidak bereaksi mempertahankan diri jika terserang virus dan beberapa penyakit lain. Sistem imun mereka hanya bereaksi pada serangan bakteri. Ini menyebabkan mereka rapuh diserang berbagai penyakit penyebab kematian semisal kanker, infeksi dan penyakit jantung. Hormon penyebab stress juga biasanya akan meningkat, sebab mereka yang kesepian kurang mampu curhat pada teman atau sahabat yang bisa menguatkan mereka secara mental. Gangguan tidur pun sering terjadi, seperti terjaga di tengah malam, sulit tidur, atau malah kebanyakan tidur.


kesimpulannya berbagai keadaan tersebut memicu kondisi tubuh jadi tidak sehat menyebabkan penyakit yang membuat umur seseorang menjadi pendek.

Jadi lebih bahaya mana antara Merokok,Minuman Alkohol, Demensia atau penyakit jantung? Gak  usah bingung  dengan kesepian kamu sudah mendapatkan manfaat  dari semua efek buruk hal-hal di atas. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda maupun orang di sekitar anda. Dan saya berharap mudah-mudahan anda bukan orang yang termasuk dalam kategori KESEPIAN.



Load disqus comments

4 comments